=====================WELCOME TO IAN ITU CEMPLOON====================

Jumat, 11 Februari 2011

APA ITU KAMERA DSLR

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya tentang harga kamera DSLR, ada yang bertanya melalui YM, apa itu kamera DSLR? Sebenarnya di tulisan tersebut sudah saya sertakan external link ke wikipedia. Namun mungkin karena bahasanya inggris jadi orang malas baca. Baiklah, akan coba saya terjemahkan sedikit, biar kita sama-sama jadi tahu ;)

DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex. Kamera DSLR artinya kamera digital yang menggunakan refreksi lensa tunggal. Fotografer mengintip objek yang akan difoto melalui lubang intip atau biasa disebut view-finder. Hasil foto yang akan didapat adalah sama dengan apa yang tampak melalui view-finder tersebut.

Gambar: Prinsip kerja DSLR [Sumber: WIKIPEDIA]

Cahaya yang masuk, setelah melewati jajaran lensa (1) akan dipantulkan oleh cermin yang dipasang pada posisi kemiringan 45 derajat (2) dan diproyeksikan ke matte focusing screen (5). Melalui condensing lens (6) dan pantulan di dalam pentaprism (7), gambar objek kemudian diteruskan ke lensa mata manusia (8). Ketika kita menekan tombol shutter (bidik) maka cermin (2) akan melipat ke arah panah, focal plane shutter (3) membuka dan kemudian gambar akan ditangkap oleh sensor (4) dan diteruskan ke prosesor gambar kemudian disimpan di media penyimpanan (MMC dan sebagainya).

Sedangkan pada kamera digital biasa, kita bisa melihat objek yang akan dibidik melalui LCD monitor. Apa yang akan didapat belum tentu sama dengan apa yang kita lihat melalui LCD tersebut.

Lensa kamera DSLR

Ketika membeli kamera digital biasa, maka lensa sudah menyatu dengan body kamera. Pada kamera DSLR, lensa bisa dilepas dan diganti. Oleh karenanya, ketika membeli kamera DSLR kita akan ditawari apakah membeli body only (kameranya saja) atau kit (kamera + lensa). Ada kamera DSLR yang bisa dipasang lensa dari merek lain, ada juga yang khusus dari satu merek. Ada kamera DSLR yang dilengkapi dengan motor autofocus. Ada juga yang tanpa motor autofocus sehingga harus membeli lensa bermotor yang biasanya harganya lebih mahal.

Perbandingan Bentuk

Secara fisik, kamera DSLR memiliki bentuk yang hampir sama antara merek satu dan lainnya. Sedangkan kamera digital biasa memiliki bentuk yang lebih bervariasi namun biasanya lebih kecil dan kompak jika dibandingkan dengan kamera DSLR.

Contoh kamera digital biasa. Lensanya pendek dan sudah fix, tidak bisa diganti-ganti. Read More...

APA ITU EOS

Asal mula kamera EOS

EOS adalah singkatan dari Electro Optical System yang berarti sistem optik yang memiliki rangkaian elektronik. Canon pertama kali memperkenalkan kamera film EOS pada bulan Maret 1987 dengan meluncurkan EOS 650 dengan kemampuan auto fokus. Kamera EOS memiliki mount EF, sehingga Canon mendesain lensa khusus untuk mount EF dengan nama lensa Canon EF, dan semua lensa EF ini pasti kompatibel dengan kamera EOS.

Kamera EOS Digital pertama dari Canon adalah EOS DSC 3 dengan sensor CCD 1,3 MP (kerjasama dengan Kodak) dan tahap penting dalam manufaktur EOS ada saat Canon akhirnya bisa memproduksi sendiri kamera EOS dengan meluncurkan EOS D30 pada tahun 2000 dengan sensor CMOS beresolusi 3 MP. Sebagai prosesor dari EOS Digital, digunakanlah prosesor dengan nama Digic yang kini sudah mencapai generasi ke empat.

fd_mount

Kamera Canon sebelum 1987 memiliki mount FD yang hanya cocok untuk lensa Canon FD. Lensa FD (lihat contoh di atas) hanya bisa manual fokus dan lensa FD ini tidak bisa dipasang di mount EOS karena berbeda bentuk dan ukuran. Hal ini berbeda dengan sistem Nikon dimana semua lensa Nikon sejak jaman dahulu masih bisa dipasang di DSLR Nikon terbaru.

Transisi dari mount FD ke mount EOS menjadi saat-saat bersejarah Canon yang penuh kritik dan terkesan spekulatif. Namun akhirnya kini Canon berhasil menikmati hasilnya karena transisi berjalan sukses dan Canon menebusnya dengan memproduksi banyak lensa khusus mount EF untuk sistem EOS Digital yang berkualitas.

Lensa EF dan EF-S

Lensa EF (electrofocus) adalah lensa buatan Canon yang memiliki mount EF sehingga pasti kompatibel dengan kamera EOS. Lensa EF bisa dipasang di bodi SLR Canon EOS film (35mm) maupun di bodi EOS digital apapun, baik dengan sensor full frame, APS-H maupun APS-C. Lensa EF kini memiliki banyak varian baik jenis prime (fix) ataupun zoom. Bahkan lensa kelas mewah dari Canon juga banyak diproduksi yaitu lensa dengan kode L-series (luxury) yang memiliki ciri ada gelang merah di ujungnya. Lensa L series ini memiliki kualitas optik yang prima dan kemampuan menahan gangguan cuaca berkat adanya weathersealing didalamnya.

drebel

Pada tahun 2003 Canon meluncurkan DSLR EOS 300D (Digital Rebel) dengan lensa kit EF-S 18-55mm. Inilah pertama kalinya diperkenalkan lensa EF-S dalam sejarah Canon. Lensa EF-S memiliki diameter image circle yang lebih kecil dari lensa EF, didesain khusus untuk DSLR dengan sensor APS-C sehingga lensa EF-S tidak bisa dipakai untuk kamera EOS film 35mm. Adapun antara lensa EF dan EF-S pada dasarnya memiliki bentuk mount yang sama dan juga kontak elektronik yang sama, jadi kamera EOS Digital dengan sensor APS-C bisa saja dipasangi lensa EF (tidak harus lensa EF-S). Tapi lensa EF-S tidak semestinya dipasang di kamera EOS Digital dengan sensor yang lebih besar dari sensor APS-C karena meski bisa dipakai tapi akan menghasilkan lingkaran hitam di tepi gambar (vignetting) karena diameter lensa EF-S yang lebih kecil.

Huruf ‘S’ pada kode EF-S sendiri adalah singkatan dari Short (back focus), maksudnya lensa EF-S memiliki jarak yang lebih dekat antara lensa dengan sensor.

Kini di pasaran tersedia banyak lensa EF dan juga EF-S. Bila anda berencana akan memiliki DSLR EOS dengan sensor full frame seperti EOS 5D mark II, maka carilah hanya lensa EF saja. Namun bila anda merasa cukup puas dengan DSLR EOS sensor APS-C seperti EOS 550D, EOS 60D atau EOS 7D, maka lensa EF-S bisa jadi pilihan.

Sistem auto fokus kamera EOS

Pada prinsipnya auto fokus (AF) di kamera EOS memakai motor AF yang ada di lensa, dengan kata lain semua lensa Canon EF memiliki motor AF didalamnya. Hal ini berbeda dengan Nikon yang memiliki motor AF di bodi kamera (meski tidak semua DSLR Nikon punya motor AF), dengan kata lain tidak semua lensa Nikon punya motor AF. Namun Canon tidak memperlakukan setiap lensanya dengan sama, dimana lensa murah dan lensa mahal diberikan motor AF yang berbeda jenis dan kualitasnya.

Terdapat dua jenis motor di lensa Canon, yaitu :

  • motor AFD (arc-form drive) atau micromotor drive -> untuk lensa murah
  • motor USM (ultrasonic motor) -> untuk lensa mahal

usm-ring

Motor AFD merupakan motor mikro yang konvensional dan murah. Didalamnya terdapat koil magnet yang berputar bila dialiri tegangan listrik. Motor ini bersuara berisik saat sedang berputar dan kecepatannya pun sedang-sedang saja. Perhatikan kalau lensa Canon EF/EF-S yang tidak diberi label USM artinya motor di dalamnya memakai sistem AFD (bedakan dengan lensa Nikon AF-S yang pasti sudah memakai motor SWM).

Motor USM merupakan tekolonogi baru yang menggerakkan motor dengan gelombang yang memberikan kecepatan lebih tinggi namun dengan suara yang lebih halus. Namun lagi-lagi Canon membagi lensa dengan teknologi USM ini kedalam dua kelompok, yaitu lensa USM untuk lensa mahal dan USM untuk lensa yang biasa.

Adapun dua jenis motor USM di lensa Canon, yaitu :

  • USM berbasis ring untuk lensa mahal (lihat contoh gambar di atas)
  • USM berbasis micromotor untuk lensa yang lebih murah

Perbedaan keduanya ada di prinsip kerja dan kemampuan manual fokus instan (FTM : full-time manual). Pada lensa USM berbasis ring, kita bisa langsung memutar ring manual fokus kapan saja kita mau. Jadi berpindah dari auto fokus ke manual fokus bisa dilakukan langsung tanpa memindah tuas AF ke MF. Bila memakai lensa non USM atau lensa USM murah (dengan micromotor), kita harus memindahkan tuas AF ke MF baru memutar ring manual fokus.

Lensa dengan kode USM atau bukan tidak akan berpengaruh pada kualitas optik, karena USM hanya menandakan sistem kerja motor AF saja. Bila anda dalam keseharian sering memotret benda yang bergerak, atau ajang olah raga dan perlu kinerja tercepat dari sistem AF lensa Canon, maka pilihlah lensa dengan teknologi USM didalamnya.

Mode dial khas Canon

Canon EOS Digital memiliki mode dial yang tidak banyak berbeda dengan kebanyakan kamera DSLR lain. Terdapat satu mode Auto, lima mode kreatif dan beberapa preset untuk kondisi yang spesifik (basic zone atau scene mode). Sekilas penjelasan tentang mode kreatif yaitu :

eos-dial

  • P (Program) : seperti mode Auto tapi kita bisa beralih dari beberapa kombinasi aperture dan shutter yang mungkin
  • Tv (Shutter Priority) : kamera menentukan setting terbaik, sementara kita menentukan berapa kecepatan shutter yang akan digunakan
  • Av (Aperture Priority) : kebalikan dari Tv, kita menentukan bukaan diafragma sementara kamera mengatur kecepatan shutter yang sesuai
  • M (Manual) : kendali akan shutter dan aperture murni pada kita sebagai pemakai
  • A-DEP (Depth of Field/DoF Preview) : kamera akan memakai bukaan terkecil (stop down) untuk preview DoF (karena mengurangi cahaya yang masuk maka tampilan di viewfinder akan menjadi agak gelap).

Lampu kilat

Canon EOS memiliki sistem lampu kilat dengan teknologi E-TTL (Electronic Through-The-Lens). E-TTL sendiri merupakan proses pengukuran cahaya (metering) melalui lensa sehingga bisa ditentukan berapa intensitas lampu kilat yang terbaik untuk tiap kondisi pemotretan. Hal ini akan menghindarkan hasil foto yang terlalu gelap atau terlalu terang saat menggunakan lampu kilat, baik saat memotret memakai lampu built-in ataupun eksternal.

Algoritma E-TTL Canon dilakukan berturut-turut yaitu :

  1. Saat tombol rana ditekan setengah, proses auto fokus dan metering (mengukur cahaya sekitar) dilakukan.
  2. Lampu pre-flash akan menyala, pantulannya kembali diukur oleh kamera.
  3. Dari situ kamera menghitung dan membandingkan dua hasil pengukuran sebelumnya.
  4. Saat tombol ditekan penuh, cermin terangkat, shutter membuka dan lampu kilat menyala.
  5. Shutter kembali menutup, cermin kembali turun dan hasil foto tampil di layar LCD.

580ex_ii

Untuk lampu kilat eksternal, Canon juga menggunakan teknologi high speed sync (FP mode) dan wireless mode. FP mode memungkinkan pemakaian lampu kilat eksternal dengan kecepatan shutter diatas kecepatan sync maksimum kamera, dengan cara lampu akan terus menyala dengan interval 50 kHz selama shutter terbuka. Hal ini cocok dipakai untuk melawan backlight meski konsekuensinya dapat menguras baterai lampu kilat. Wireless mode memungkinkan pengaturan beberapa lampu kilat sekaligus secara nirkabel, dengan satu commander dan beberapa slave. Komunikasi antara sistem lampu kilat memakai gelombang Radio Frequency (RF).

Produk lampu kilat terbaru yang pasti kompatibel dengan kamera EOS digital diantaranya :

  • Speedlite 580EX II (4 baterai AA - GN 58)
  • Speedlite 430EX II (4 baterai AA - GN 43)
  • Speedlite 270EX (2 baterai AA - GN 27)

Segmentasi produk

Kamera DSLR Canon EOS terkenal akan segmentasi produk (diversifikasi) yang jelas. Secara umum EOS Digital terbagi tiga kelompok yaitu kamera kelas pemula (juga diberi nama Digital Rebel), kelas menengah dan kelas pro.

EOS kelas pemula :

canon_eos550dInilah EOS yang biasa diincar oleh para pemula, untuk dokumentasi keluarga atau untuk sekedar menyalurkan hobi. Kamera EOS pemula ini berukuran kecil, berbahan plastik, memakai pentamirror untuk prismanya, tidak memiliki LCD di bagian atas, minim tombol dan kinerja burst yang pas-pasan.

Saat ini di pasaran ada tiga produk EOS Digital di kelas pemula yaitu :

  • EOS 1000D (10 MP, live view)
  • EOS 500D (15 MP, HD movie)
  • EOS 550D (18 MP, HD movie)

EOS kelas menengah :

canon_eos5dmkiiInilah EOS untuk para fotografer serius yang lebih dari sekedar hobi atau untuk mendukung profesimya. Kamera EOS kelas menengah punya bodi yang lebih kokoh (bisa fiber atau magnesium), sudah memakai pentaprism untuk prismanya, dilengkapi bermacam tombol akses langsung dan layar LCD tambahan di bagian atas. Fitur kamera kelas ini pun semakin lengkap dan punya ergonomi yang lebih nyaman.

Pilihan produk EOS di kelas ini adalah :

  • EOS 60D (18 MP, HD movie dengan layar LCD lipat)
  • EOS 7D (18 MP, HD movie, inilah kamera EOS tercanggih di kelompok sensor APS-C, sekaligus pengganti EOS 50D)
  • EOS 5D mark II (sensor full-frame 21 MP, HD movie)

EOS kelas pro :

canon_eos1dmkivInilah EOS untuk fotografer profesional yang berkecimpung di dunia bisnis fotografi seperti studio, produksi iklan maupun jurnalis olahraga. Kemera EOS kelas pro ini punya bodi yang besar (sehingga tidak perlu lagi memasang vertical grip), kinerja tertinggi, titik AF yang berlimpah (45 titik) dan punya sensor besar.

Dua produk elit Canon di kelas ini yaitu :

  • EOS 1D mark IV (sensor APS-H 16 MP, HD movie)
  • EOS 1Ds mark III (sensor full-frame 21 MP)
Read More...

SEJARAH FOTOGRAFI




Fotografi (Photography, Yunani) berasal dari 2 kata yaitu Photos yang berarti cahaya dan Graphos yang berarti lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)

Pada abad ke-5 sebelum masehi, ada orang yang bernama MoTi, berhasil menemukan gejala fotografi. Apabila sebuah ruangan gelap ada lubang yang memancarkan sinar, maka di tembok suatu ruangan tersebut akan terlihat gambar sumber cahaya tadi secara terbalik. Ibn Al-Haitham, seorang Arab juga menemukan menemukan gejala yang sama. Foto pertama dibuat pada tahun 1826 selama 8 jam. Louis-Jacques- Mandé Daquerre merupakan bapak fotografi dunia 1837. Camera Obscura merupakan kamera yang pertama kali yang dipakai untuk menggambar kemudian memotret.
Kamera Kodak (Eastmant Kodak) pertama kali dipatenkan pada tahun 1888 di Amerika.
Tahun 1900 seorang Juru gambar telah mencipta kamera Mammoth. Kamera ini amat besar ukurannya dimana beratnya 1,400 pound. Lens seberat 500 pound.

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO
Read More...

DSLR



LENSA TEPAT SESUAI KEBUTUHAN


Memilih lensa merupakan tantangan kedua setelah kita dapat menentukan kamera DSLR. Yang lebih menyulitkan, pilihan lensa jauh lebih banyak daripada kamera DSLR. Rentang harga yang terbentang di hamparan pilihan lensa pun sangat luas, dari lensa seharga 1 juta hingga 100 juta keatas. Satu merk kamera dapat dikerubungi oleh lima merk lensa yang berbeda.


LENSA KIT/ZOOM NORMAL

Pada umumnya lensa yang di jadikan lensa kit adalah lensa dengan range 24 mm hingga 70mm pada sensor full frame atau 18mm hingga 55mm pada sensor APS-C. hal ini disebabkan oleh rentang focal length seperti inilah mata kita biasa memandang objek. Kedua mata kita memiliki cakupan pandangan yang mirip dengan lensa 24mm pada sensor full frame. Jika hanya satu mata yang dipakai, cakupan pandangan mata kita akan setara dengan lensa 50mm.


Pada saat ini haMpir semua lensa kit yang dipaketkan dengan penjualan kamera memiliki kualitas yang baik. Tidak hanya kualitas optic yang cukup memadai, akan tetapi perlengkapannya juga semaki8n menarik. Salah satunya fasilitas Vibration Reduction atau Image Stabilizer yang sudah diimplementasikan di lensa zoom standar ini. Canon bahkan sudah memebri bundle lensa kit dengan aperature yang lebar dan konstan pada salah satu jajaran kamera high-end mereka. Tidak ranggung-tanggung, gelang merah L juga sudah diberikan pada lensa kit. Dari sudut pandang Conon , kami sangat merekomendasikan CANON EF 24-105 mm 1:4L IS USM untuk kamera full frame dan canon EF-S 17-55mm 1:2,8 IS USM untuk kamera APS-C. untuk kamera full frame sebenarnya masih terdapat lensa 24-70mm. 1:2,8L yang sudah melegenda. Akan tetapi canon 24-105mm memamng lebih menarik dengan range yang lebih lebar dan penambahan fasilitas Image Stabilizer(IS).


Pada kubu Nikon, rekomendasai kami jatuh pada Nikon AF-S DX 17-55F/2.8 IF-ED. Lensa ini semenjak dirilis memangg sudah menjadi lensa primadona pengguna Nikon karena kualitas optic yang sangat baik serta kopnstruksi yang sangat kokoh. Versi lebih murah dari lensa ini adalah k merekomendaNikon AF-S DX 16-85 F/3,5-5,6 G ED-VR. Untuk kamera jenis full frame, tampaknya sulit untuk tidasikan Nikon AF-S 24-70 F/2.8 N. lensa ini memang memiliki harga yang cukup tinggi, akan tetapi mengingat kelas kamera full frame adalah kamera dengan harga yang paling tinggi pula, lensa ini akan menjadi padanan yang sesuai

Read More...

Rabu, 09 Februari 2011

Program penghitunga gaji

Program Hitung_Gaji;

Uses
Wincrt;

Var
Nama,Gol,Ulangi:String;
PPN,Gaji,Gaji_Bersih,Total:Real;
Masa:Integer;

Begin

Repeat
GotoXY(33,5); Writeln('TEKAN ENTER!' );
clrscr;
GotoXY(33,6); Writeln(‘TEKAN ENTER!’);
clrscr;
GotoXY(33,7); Writeln(‘TEKAN ENTER!’);
clrscr;
GotoXY(33,6); Writeln(‘TEKAN ENTER!’);

Until
Keypressed;

Clrscr;

Repeat
Writeln(‘SELAMAT DATANG DI PROGRAM PENGHITUNG GAJI BERSIH PNS’);
Writeln(‘PROGRAM INI AKAN MENGHITUNG GAJI PNS BERDASARKAN GOLONGAN DAN MASA KERJANYA’);
writeln(”);
readkey;
readkey;
Writeln(‘Perhatian: Harap tulis dengan huruf kapital!’);
writeln(”);

Write(‘Nama PNS : ‘); Readln(Nama);
Write(‘Golongan (IA,IIA,IIB,IIC,IID,IIIA,IVA,IVD,IVE) : ‘); Readln(Gol);
Write(‘Masa Kerja (Tahun) : ‘); Readln(Masa);

If (Gol=’IA’) then
Begin
case Masa of
0..3:gaji:=1040000;
4..15:gaji:=1091700;
16..70:gaji:=1262700;
end;
End;

If (Gol=’IIA’) then
Begin
case Masa of
0..70:gaji:=1320300;
end;
End;

If (Gol=’IIB’) then
Begin
case Masa of
0..14:gaji:=1462300;
15..70:gaji:=1650800;
end;
End;

If (Gol=’IIC’) then
Begin
case Masa of
0..6:gaji:=1487600;
7..14:gaji:=1561600;
15..70:gaji:=1720700;
end;
End;

If (Gol=’IID’) then
Begin
case Masa of
0..6:gaji:=1550600;
7..14:gaji:=1627600;
15..70:gaji:=1793400;
end;
End;

If (Gol=’IIIA’) then
Begin
case Masa of
0..3:gaji:=1655800;
4..9:gaji:=1738100;
10..70:gaji:=1869300;
end;
End;

If (Gol=’IVA’) then
Begin
case Masa of
0..3:gaji:=1954300;
4..9:gaji:=2051400;
10..31:gaji:=2206200;
32..70:gaji:=2880800;
end;
End;

If (Gol=’IVD’) then
Begin
case Masa of
0..3:gaji:=2212900;
4..9:gaji:=2322900;
10..31:gaji:=2498200;
32..70:gaji:=3262000;
end;
End;

If (Gol=’IVE’) then
Begin
case Masa of
0..3:gaji:=2306500;
4..9:gaji:=2421200;
10..31:gaji:=2603900;
32..70:gaji:=3400000;
end;
End;

PPN:=1/10*Gaji;
Total:=Gaji-PPN;
Writeln(‘Jadi, Gaji Bersih ‘,Nama,’ dengan Masa Kerja ‘,Masa,’ Tahun setelah dikurangi PPN 10%’);
Writeln(‘Adalah: Rp’,Total:0:0);
Writeln(”);
GotoXY(21,20); Writeln(‘NB. Daftar Gaji diperoleh dari: http://nasional.tvone.co.id’);
writeln(”);
readkey;
clrscr;
Write(‘Ingin menghitung gaji lagi ? (Y / N)’);
Readln(Ulangi);
Clrscr;
Until (Ulangi=’N') or (Ulangi=’n');

GotoXY(12,7); Writeln(‘Terima kasih Anda telah menggunakan program ini ^_^ ‘);

End. Read More...

Program data dan nilai mahasiswa dengan prosedure

Program ini merupakan program yang dibuat sebagai tugas dari matkul pemrog.dasar STIMIK ASIA

Program quis2;

Uses wincrt;
label menu;
const max=100;
type
dat=record
nama, nim, tgl,tmp,alm,mlg: string[30];
NA : integer;
end;




Var
m:integer;
D: array [1..max] of dat;
Y:string[30];
h,e,j,k,i: integer;

pilihan:char;

Procedure data;
begin
wRITELN('===========================================');
wRITELN(' INPUTAN DATA ');
wRITELN('===========================================');
Write('masukan banyaknya data:');readln(m);
wRITELN('-------------------------------------------');
for i:=1 to m do BEGIN
Write('NIM:');readln(D[i].nim);
Write('NAMA:');readln(D[i].nama);
Write('TEMPAT LAHIR:');readln(D[i].tmp);
Write('TANGGAL LAHIR:');readln(D[i].tgl);
Write('ALAMAT ASAL:');readln(D[i].alm);
Write('ALAMAT DI MALANG:');readln(D[i].mlg);
Writeln('');
END;
end;

Procedure nilai;
begin
wRITELN('===========================================');
wRITELN(' INPUTAN NILAI ');
wRITELN('===========================================');
for i:=1 to m do begin

Writeln('NIM:',D[i].nim);
write ('Nilai Uts : ');readln(h);
write ('Nilai Uas : ');readln(e);
write ('Nilai Tugas : ');readln(j);
write ('Nilai Quiz : ');readln(k);
writeLN ('Nilai Akhir : ',((h*25)+(e*35)+(j*20)+(k*20))/100:0:0,' ',
'ketik angka sembarang untuk langkah selanjutnya' );readLN(D[i].NA);
wRITELN('------------------------------------------');


end;
end;

Procedure inputandata;
begin

for i:=1 to m do begin
writeln;
writeln('=========================================');
writeln(' Hasil Inputan Mahasiswa');
writeln('=========================================');

writeln('Nim : ',D[i].nim);
writeln('Nama : ',D[i].nama);
writeln('Tempat Lahir : ',D[i].tmp);
writeln('Tanggal Lahir : ',D[i].tgl);
writeln('Alamat Asal : ',D[i].alm);
writeln('Alamat Malang : ',D[i].mlg);
writeln('=========================================');


end;
END;

Procedure inputannilai;
begin

for i:=1 to m do begin
writeln('=========================================');
writeln(' Hasil inputan nilai Mahasiswa ');
writeln('=========================================');
writeln('Nim : ',D[i].nim);
writeln('Nama : ',D[i].nama);
Writeln('NA : ',D[i].NA);
end;
end;

Procedure printout;
begin

for i:=1 to m do begin
writeln('=======================================');
Writeln(' Print Out Semua Data');
Writeln('=======================================');
Writeln('Nim : ',D[i].nim);
Writeln('Nama : ',D[i].nama);
writeln('Tempat Lahir : ',D[i].tmp);
writeln('Tanggal Lahir : ',D[i].tgl);
writeln('Alamat Asal : ',D[i].alm);
writeln('Alamat Malang : ',D[i].mlg);
Writeln('NA : ',D[i].NA);
writeln('=========================================');

end;
end;



begin
menu:
clrscr;
writeln ('=============================================');
writeln (' MENU INPUT DATA MAHASISWA ');
writeln ('=============================================');
writeln (' A. Data Mahasiswa');
writeln (' B. Nilai Mahasiswa');
writeln (' C. Tampilkan Semua Data Mahasiswa');
writeln (' D. Tampilkan Semua Nilai Mahasiswa');
writeln (' E. Printout Semua Data');
writeln (' F. Exit');
writeln ('=============================================');
writeln ('');
write ('Masukkan Pilihan Anda : ');readln(pilihan);


case pilihan of
'A':data;
'B':nilai;
'C':inputandata;
'D':inputannilai;
'E':printout;
'F': begin
halt(0);end;


end;
readln; GOTO menu;
end. Read More...

Program mencari niali terendah dan tertinggi pascal

Program nilaiterendah&tertinggi ;
uses wincrt;

var a, siswa : integer;
nilai, total, tinggi, rendah, rata : real;

begin
total := 0;
write ('jumlah siswa : '); readln (siswa);
writeln;
for a := 1 to siswa do
begin
write ('nilai siswa ke ',a,' : '); readln (nilai);
total := total + nilai;
if a = 1 then begin
tinggi := nilai;
rendah := nilai;
end
else begin
if nilai > tinggi then tinggi := nilai
else begin
if nilai < rendah then rendah := nilai;
end;
end;
end;
rata := total / siswa;
writeln;
writeln ('nilai terendah : ', rendah :1:2);
writeln ('nilai tertinggi : ', tinggi :1:2);
writeln ('rata-rata : ',rata :1:2);
end. Read More...